Minggu, 01 Juni 2014

Mackerel Run : Ketika Seseorang Sudah Mendapat Cap


Allo ladies and gentlemen :D
 ketemu lagi nihh,
nihh aku ada coretan tentang sebuah film, eh bukan  film sihh tapi drama korea, yaitu Mackerel Run. Ada yang tahu? Mackerel Run itu drama tahun 2007 yang pemeran utamanya adalah eng ing eng Lee Min Ho ssi. Aduhh doi masih unyu banget lhooo. Ini adalah drama Lee Min Ho ssi sebelum ia terkenal karena Boys Over Flower.
Yaudah dehh ya, langsung cussss aja.
Voila ........ :D

---------------------------------------------------------



Ketika Seseorang Sudah Mendapat Cap

                Jika seseorang sudah dicap baik maka semua yang dilakukannya akan terlihat baik. Sekalipun ia melakukan hal yang buruk. Orang-orang pasti akan mengatakan, “Ah, pasti dia punya alasan untuk hal itu”. Tapi sebaliknya, ketika seseorang sudah dicap buruk, maka semua yang dilakukannya akan terlihat buruk. Sekalipun ia melakukan hal yang baik. Orang-orang dalam golongan ini cenderung menjadi kambing hitam dan rentan fitnah.
          Sebut saja Cha Gong Chan dalam film Mackerel Run. Ia adalah siswa SMA Myung Mun. Ia terkenal dengan reputasinya yang buruk di mata guru-guru karena mencetak gol di gawang sendiri dan ditambah lagi, ia termasuk siswa miskin di Myung Mun. Myung Mun adalah sekolah internasional yang¾menurut  kepala sekolah¾terlalu elit untuk siswa-siswa yang kurang mampu.  Baginya, siswa yang kurang mampu adalah rumput liar yang akan merusak pemandangan.
          Sebelumnya, saya suka menonton film. Kenapa? Karena dengan film saya bisa tahu dunia luar. Saya melihat film dengan cara saya. Saya suka film yang memberikan sesuatu yang baru untuk saya, yang mengandung pesan moral, yang bisa dianalisis, yang fun, dan lain-lain. Seperti Mackerel Run. Mackerel Run adalah drama Korea tahun 2007 yang menceritakan tentang seorang siswa bernama Cha Gong Chan yang dicap buruk oleh guru-guru. Sebenarnya masalahnya cukup sepele. Tapi karena adanya faktor pendukung, alhasil, ia tidak bisa mengelak dari sebutan rumput liar. Hampir setiap hari ia difitnah, dikambinghitamkan, dan dijadikan sebagai tertuduh.
Cha Gong Chan pernah suatu hari melakukan sesuatu yang baik. Ia membantu mengantarkan konsumsi untuk para siswa paduan suara, meskipun ia sudah setengah perjalanan menuju rumahnya dan baru saja menyelesaikan hukuman yang, seperti biasa, bukan berasal dari kesalahannya. Tapi sialnya, semua anggota paduan suara keracunan setelah makan makanan tersebut. Secara otomatis, ini adalah kesempatan emas bagi kepala sekolah untuk mencabut rumput liar di Myung Mun. Semua menuduh Cha Gong Chan yang meracuni makanan itu. Padahal Cha Gong Chan sendiri tidak tahu apa-apa, ia hanya membantu membawakan makanan itu. Pernah juga, Cha Gong Chan terlambat masuk sekolah dan akan dikeluarkan hari itu juga. Padahal ia terlambat karena menolong ketua kelasnya yang disandera oleh preman.
Hal ini salah satu bukti bahwa ketika seseorang dipandang baik, maka semua yang ia lakukan akan terlihat baik. Tapi seseorang yang dipandang buruk maka semua yang dilakukannya tidak akan terlihat baik, semulia apapun tindakan mereka.
≠≠≠

--------------------------------------------------------------------
Sekiaaann,
Semoga menginspirasi,
Tunggu tulisanku yang lain yaaaa :D
Sankyu~minna ^^

 

Rabu, 07 Mei 2014

Learning English: Asking and Giving Permission

Allooooooo
Kita ketemu lagi :D
*masih dalam rangka tuggas kuliah ^^v
Kali ini mau ngepost tentang materi Bahasa Inggris
Yakni ...... voila......

 

Asking for and giving permission:

When you ask for permission to use something that belongs to someone else you have to do your best to be polite. It is desirable to use the word "please."

Asking for Permission:

  • Can I go out, please?
  • May I open the window, please?
  • Please, can I have a look at your photo album?
  • Please, may I taste that hot spicy couscous dish?
  • Do you mind if I smoke?
  • Would you mind if I asked you something?
  • Is it okay if I sit here?
  • Would it be all right if I borrowed your mobile Phone?

Giving Permission:

  • Yes, please do.
  • Sure, go ahead.
  • Sure.
  • No problem.
  • Please feel free.

Refusing to give permission:

  • No, please don’t.
  • I’m sorry, but that’s not possible.
  • I'm afraid, but you can't.

 That's all.
Semoga bermanfaat :D
ketemu lagi besookkk yaaaaa,
Sankyuuuuu^^v

Learning English: EXPRESSIONS OF ASKING AND GIVING OPINION

 Allooooooo
Kita ketemu lagi :D
*masih dalam rangka tuggas kuliah ^^v
Kali ini mau ngepost tentang materi Bahasa Inggris
Yakni ...... voila......


EXPRESSIONS OF ASKING AND GIVING OPINION


(Meminta dan Memberikan Pendapat)

Opinion is including  the words of opinion and argument/ reasons.
Opinion dialogue is a dialog consists of two persons or more who have opinion each others. It can use the expressions, such as in my opinion, in my view, I think etc.  Argument dialogue is a dialog that states the arguments or reasons. It can use the words such as first, second etc for arranging arguments.
Asking opinion : 

Formal :
- Have you got any comments on …..
- Do you have any idea?
- Do you have any opinion on ……
- Would you give me your opinion on……….?
- What is your reaction to ……
- What is your opinion about……….?
- What are you feeling about………….?
- What are your views on……….?
- Please give me your frank opinion?
Informal
- What do you think of…….?
- What do you think about………?
- What is your opinion?
- Why do they behave like that?
- Do you think it’s going?
- How do you like?
- How was the trip?
- How do you think of Rina’s idea ?
- How do you feel about this dicition?

Giving opinionFormal :
- I personally believe …..
- I personally consider ….
- I personally think /feel ….
- I hold the opinion ….
- My own view of the matter is ……
- Well, personally …….
- If I had my view, I would …..
Informal
- I think I like it.
- I don’t think I care for it.
- I think it’s good/nice/terrific……..
- I think that awful/not nice/terrible…………
- I don’t think much of it.
- I think that……..
- In my opinion, I would rather……….
- In my case …..
- What I’m more concerned with ….
- What I have in my mind is………
- The way I see is that…………
- No everyone will agree with me, but ….
- To my mind …..
- From my point of view ….
- If you aks me, I feel ….
- Absolutely ………

That's all.
Semoga bermanfaat :D
ketemu lagi besookkk yaaaaa,
Sankyuuuuu

Micro Teaching

Allooooooo
Kita ketemu lagi :D
*masih dalam rangka tuggas kuliah ^^v
Kali ini mau ngepost kegiatan anak-anak Bahasa Inggris nihh
 Yang ini kegiatan Micro Teaching


Ini diaaa foto-fotonyaaa :D











Okeeeee. Itu diaaaa Micro Teachingnyaaa. Maaf yaaa cuma foto, soalnya there's something trouble with the writer hehehehe. semoga menginspirasi dan bermanfaat..

Sekiaaaaan dulu yaaaa.
Ketemu lagi besookkk.
Sankyuu ^^v



Tourist Hunting

Allooooooo
Kita ketemu lagi :D
*masih dalam rangka tuggas kuliah ^^v
Kali ini mau ngepost kegiatan anak-anak Bahasa Inggris nihh


Nah, kita punya satu kegiatan nihhh, namanya Tourist Hunting. Ini udah lumayan lama sihhhh, tapi yaaa nggak apa apa lahhhh yaaa. Oiya yang belum tahu, Tourist Hunting itu kegiatan yang menyenangkan lho. Jadi, kita jalan-jallan di pusat keramaian dan berburu turis, bule bule gitu. Terus abis itu kita tanya-tanya mereka. Pertanyaannya standar, sih. Kayak "What's your name?" "where do you come from?" dan lain lain. Tapi yaaaa kita sambil ngobrol santai lahh sama tuh bule. Sekalian melancarkan speaking kita gitu. hehehe. Waktu itu kita berburu turis di Tamansari, tahu kaaaan? Disana banyak bangetttt bule bule yang berseliweran. Tapi yang berhasil kita ajak ngobrol ngalor ngidul cuma satu. Namanya Alice, dari wonderlaand, ehh bukan dehh yaa, dari Australia. Oke ini dia foto-fotonya.


We ask her to taste the food called "bika ambon" and she likes it :D


Chatting with Alice. Can you see her?

The Troops of Tourist Hunting is ready to hunt the tourist :D













 Okeeeee. Itu diaaaa tourist hunting yang kami lakukannnnn. semoga menginspirasi dan bermanfaat..

Sekiaaaaan dulu yaaaa.
Ketemu lagi besookkk.
Sankyuu ^^v

Learning English

Allooooooo....
ketemu lagi :D
*masih dalam rangka tugas kuliah nihhh :D
kali ini mau ngepost all about learning English.

OK cuss aja yaaa :D

We want to tell you about learning English. Learning English is fun. You can learn everywhere and everytime, wherever and whenever you are. There are some link you can find in order to make you easier to learn English.

1. EnglishClub
http://www.englishclub.com/learn-english.htm
 You can learn all about English there. You can choose the category : Teach or Learn. you can learn Grammar, Vocabulary, Writing, and many more. You can also find the videos there. You can download the handouts from there for free to make you easier learning English.

2. British Council
http://www.britishcouncil.org/learn-english
You will find a lot of videos there. The video is about grammar, vocabulary, listening, and many more. You can also find the animation video.

3. Engvid
http://www.engvid.com/english-lessons/
This is quite same with British Council. You can find a lot of videos there.

4. News in levels
http://www.newsinlevels.com/
This is like newspaper. You can find a lot of articles there. You can train your reading skill with read the article. You can enrich your knowledge there because there are some news that you get.

5. Online Dictionaries
There are two famous dictionaries that you can find in the internet. You can also use them wherever and whenever you are. The dictionaries are equipped by sound, the way to say the word.
These are the linkyou can search:
http://www.oxforddictionaries.com/
http://dictionary.cambridge.org/

Ok, we think enough. Thaat's all.

Semoga bermanfaat :D
ketemu lagi besookkk yaaaaa,
Sankyuuuuu

Selasa, 06 Mei 2014

Profil Saya

Alloooooo,
Bertemu lagi dengan saya,
Kali ini mau ngepost profil diri, *buat kepentingan tugas kuliah,

Oke cussss,
perkenalkan, nama saya Ade Erma Ristianti, saya dari Yogjakarta, asli mBantul guys :D
yang lagi ada di Bantul monggo mampir, boleh kok. Saya kuliah jurusan Pendidikan Bahasa Inggris di satu-satunya universitas berteknologi di Yogyakarta, apalagi kalo bukan Universitas Teknologi Yogyakarta. Yang mau mampir ke UTY bolehhh banget. Kampusnya ada di Ringroad Utara Jombor Yogyakarta.
Oiya, saya suka banget lhoo sama yang namanya Harry Potter. keliatan kaaaaannn? hahahaha :D Di harry potter itu kita bisa menemukan yang namanya persahabatan, kecerdasan, kerjasama, permusuhan, keberanian, dan lain sebagainya. That's why i like Harpot very much. So, buat kalian yang suka Harpot, yuukkk mari kita sharing - sharing.
Saya juga suka je-Jepang-an, cosplay, manga, dorama, anime, lagu, sampai makanannya. so buat kalian yang hobi jejepangan bolehhh banget sharing.

emmmmmmmm, segini dulu kali yaaaaaaa, besookkkk ngepost lagiiiiii. Ditunggu :D
sankyuuuuu :D

Rabu, 05 Februari 2014

Cerpen "149-20"


Allo,...... Ini cerpen kedua saya yang saya publikasikan. Maaf, ya lama bangetssss. Oke, nggak usah nunnggu lama lagi, ini diaaaaa, voila ......

Semoga terhibur, semoga menginspirasi juga ^^

 

------------------------------------------- 


149-20
   


“Adit, Kiki.” panggil seseorang lembut.
            “Ada apa, Dhe?”
            “Nih.” Dhea memberikan sepucuk surat, “Dari Nindy sebelum ia ……..”
“Sssstttt.” Adit memeletakkan telunjuknya di bibir Dhea. Ia menggeleng.
Dhea berkaca-kaca.. Kiki menepuk punggungnya. Dhea memeluk Adit. Terisak.
***



Aku hadir dengan kata

Kata di antara kita

Ingin aku melukis wajahmu

Tapi aku tak pandai

Ingin aku berteriak

Aku Adam dan kau Hawa

Tapi aku tak mampu

Ingin aku menulis

Maka kutulis namamu

: Nindy Pangestuti
                                   


149_20
 


“Seratus empat puluh Sembilan dua puluh?” ucap Dhea.
Nindy mengangguk.
Ini adalah kali ke-13 Nindy mendapat surat. Surat beramplop biru itu selalu nangkring di meja Nindy tanpa nama penulis yang jelas.
“Hey, Non.” Kiki dan Adit, sahabat mereka, dating.
“Ada apaan?” tanya Kiki.
“Ada surat yang entah keberapa dari seratus empat puuh Sembilan dua puluh.” Jawab Dhea, “Menurutmu?”
“Yang pasti dia cowok! Yak an, Dit?”
Adit mengangkat bahu, “No Comment.”
Bel pelajaran berbunyi. Seorang wanita tinggi berjuluk killer memasuki ruangan dengan setumpuk buku.
“Pagi, Anak-anak.” Sapa Bu Rossi tegas.
“Pagi, Bu.”
“Sampai di mana pelajaran kita?”
“Majas!” Ibu Rossi menulis kata itu di whiteboard, “Buka halaman 21!”
“Majas, apa itu? Ada yang tahu?”
Semua diam.
“Buka catatan kemarin, kalau tidak salah saya sudah pernah menuliskannya. Angkat tangan bagi yang ingin menjawab!”
Tak disadari, Adit mengangkat tangan.
“Aditya, apa jawabanmu?”
“Majas itu kiasan yang dapat membangkitkan daya tarik.” Adit menjawab dengan tenang.
“Iya!” kata Bu Rossi denganpeningkatan nada satu oktaf, “Ada yang lain?”
Tak ada satu anak pun yang berani mengangkat tangan.
“Baiklah!” Ibu Rossi menyerah, “Jawaban Aditya diterima”
Adit tersenyum dingin. Dhea dan Nindy saling pandang. Bagaimana bisa jawaban cowok yang selau cuek ini bisa diterima oleh Ibu Rossi. Pasti ada apa-apanya pikir Dhea.
Tiga jam yang melelahkan pun selesai. Kini waktunya istirahat.
“Nin, lihat suratnya!”
“Semua?”
Dhea mengangguk.
“Nih.” Nindy menyerahkan beberapa surat.
“Aku masih penasaran siapa pengirimnya.”
“Nggak usah terlalu dipikirin gitu. Ntar stress, lho.”
“Yeee, ngedoain, ya.”
“Nggak, bercanda aja.”
“Tapi gimana dia tahu kalau kamu suka warna biru?”
“Darimana kau tahu kalau dia tahu aku  suka warna biru?”
“Entahlah. Semua suratnya beramplop biru.”
“Iya, sih. Tapi mungkin cuma kebetulan.”
“Kebetulan!” teriak Dhea, “Sorry, ngggak ad kebetulan yang terus-terusan.”
“Bisa aja kam dia beli amplopnya satu lusin biar nggak repot.”
“Ada-ada aja.” Tanpa disengaja, Dhea melihat Reza yang baru saja masuk kelas dengan menggendong tas basket transparan. Dhea memperhatikan tas itu. Tangannya menggapai lengan Nindy. Nindy yang kaget lalu menoleh.
“Ada apa?”
“Itu.” Dhea menunjuk tas reza.
“Apaan, sih?” Nindy masih bingung, “Oh!” Mata Nindy berbinar, “Amplop.”
Kiki tiba di kelas gengan membawa aneka makanan kecil di tangan.
“Mborong, nih.” Kata Dhea.
“Nih, buat lu.” Kiki menyodorkan satu bungkus coklat.
“Makasih.”
“Eh, kita tahu siapa yang kirim surat itu.” Kata Nindy.
Adit datang dengan tangan di dalam saku.
“Siapa?” Tanya Kiki.
“Ada apa, sih?” Tanya Adit yang baru saja duduk di meja.
“Katanya pada udah tahu orang yang kirim surat itu.”
Adit terlihat kaget. Dhea sempat melihat gelagat Adit.
“Cuma dugaan sementara, sih.” Nindy mengklarifikasi.
“Iya, siapa?”
“Reza.”
Ada kolaborasi antara lega, heran dan sedikit colokanmarah di wajah Adit. Kok bias pikirnya.
“Menurut kalian gimana?” Tanya Dhea.
“Apanya?” Tanya Adit, namun tidak ditanggapi. Hanya Dhea yang tersenyum melihat kesalahtingkahan Adit.
“Darimana kalian tahu kalau kepala bola itu yang kirim?” Tanya Kiki.
“Hah! Kepala Bola!” kata Dhea setengah berteriak.
Si kepala bola menoleh kesana-kemari.
“Jangan keras-keras, oon.” Kiki menjitak kepala Dhea.
“Maap.”
“Gini, tadi aku liat ada beberapa amplop kayak gitu di tas Reza.” Jelas Nindy.
“Amplop.” Adit mengeluarkan sesuatu dari dalam sakunya, “Kayak gini?”
“Iya. Kok kamu punya?” Tanya Dhea.
“Iyalah. Ini undangan ultah. Tuh, punya kalian dibawa Kiki.”
Dhea dan Nindy saling pandang. Kiki menyodorkan dua amplop dan pergi keluar.
“Jadi bukan Reza.” Dhea menerima amplop itu.
Nindy tampak terhuyung dan memegangi kepala, “awww.”
“Nin, kamu kenapa?” Tanya Dhea.
“Nggak apa-apa. Aku mau ke kamar mandi.”
“Aku anter, ya.”
“Nggak usah. Aku sendiri aja.” Nindy berlalu.
“Adit turun dari meja dan duduk di samping Dhea, di kursi yang tadinya diduduki Nindy.
“Siapa, ya?” Dhea membuka salah satu surat, “Seratus empat puluh Sembilan dua puluh.”
Adit menggeleng pelan. Ia mengambil salah satu surat.
“Mungkin cara membacaku salah.” Dhea mengambil pulpennya dan menulis di balik surat, “Coba kalau Satu empat Sembilan dua nol.”
Dhea sibuk mencoret-coret kertas sedangkan Adit tenggelam dalam surat-suratnya.
Dhea melihat Adit yang membeku dan meletakkan pulpennya, “Dit.”
Adit menoleh.
“Aku tahu.”
“Apa?”
“No comment.”
Adit tersenyum.
“Adit, Dhea!” teriak Anita di depan pintu tiba-tiba, “Nindy. Nindy pingsan.”
“Apa?” teriak Adit dan Dhea bersamaan.
****
“Sore harinya, Dhea, Kiki dan Adit tiba di rumah sakit. Nindy harus dirawat. Di kamar 40 dia dirawat.
“Tante, gimana keadaan Nindy?” tanya Dhea di depan kamar Nindy.
“Nindy barusaja selesai diperiksa. Mohon doanya, ya.” Ucap ibunda Nindy.
“Boleh saya menjenguk ke sana, Tante?” Tanya Adit sopan.
“Silakan.”
Adit memasuki ruangan. Ia melihat Nindy yang tergolek lemah. Tabung plastic panjang menjulur di lengan Nindy.
“Nin, lu kenapa?”
Nindy tak bereaksi.
“Sorry, aku bikin kamu bunging. Aku mau ngakuin sesuatu.” Adit duduk di kursi sebelah Nindy.
Nindy masig juga diam.
“Tentang surat itu. Sebenarnya aku yang kirim surat itu.”
Jari tangan Nindy bergerak perlahan.
“Aku nggak peduli kamu dengerin atau nggak, yang jelas semua surat-surat itu adalah isi hati aku.”
Adit menggenggam tangan Nindy, “Aku saying kamu, Nin.”
“A…dit.” Ucap Nindy lirih.
“Nindy, kamu udah sadar?”
“Udah, dari tadi malah.” Ia tersenyum.
“syukurlah.”
“Yang lain kemana?” Nindy celingukan.
“Cari kita, Nin?” Tanya Dhea di depan pintu bersama Kiki dan orang tua Nindy.
Nindy tersenyum. Dhea dan Kiki mendekat sedangkan orang tua Nindy duduk di sofa sebelah kanan tempat tidur.
“Gimana, Nin?”Tanya Kiki, “Udah baikan, kan?”
“Iya.” Nindy tersenyum.”
“Syukurlah. Cepet sembuh, ya.” Dhea menghibur.
Nindy tersenyum, “Uhukk…uhukkk.”
“Nin, kamu kenapa?” Tanya Adit.
Orang tua Nindy beranjak, “Nak, kamu kenapa?” Dokter! Dokter!”
“Uhukk…uhukkk…uhukkk.”
****
Langit begitu meredup. Awan telihat kelabu. Angin berhembus semilir. Tanah putih itu pun terlihat beku. Adit duduk di sisi kiri sebuah gundukan yang masih basah. Di atasnya tertancap papan berukir sebuah nama : Nindy Pangestuti.
Adit merogoh saku kemejanya. Ia mengeluarkan sehelai kertas berlipat. Perlahan ia buka kertas itu.

Cinta bagaikan buih ombak di pantai
Yang meluas dengan perlahan
Hingga akhirnya menyentuh ujung kakimu
Jelek ya? Hehehehe….maklum aku bukan pujangga sepertimu.)
                Aku tahu. Udah lama, Dit. Tentang surat-surat itu. Tentang satu empat Sembilan dua puluh. Aku sengaja nggak bilang. Aku ingin mendengar pengakuan itu dari mulut kamu. Dan aku senang karena sen\mua itu terwujud. Meskipun aku sempat takut. Takut kalau aku nggak sempet mendengarnya, takut kalau leukemia yang aku derita selama ini mempercepat rentang usiaku. Tapi Allah memang Maha Tahu. Dia tahu keinginanku dan Dia mengabulkannya.
Adit, saat kamu baca surat ini, aku yakin, kamu pasti lagi ada di sampingki. Kamu duduk dan…..menangis mungkin. Tapi sejujurmya aku nggak ingin kamu menangis.  Itulah alas an kenapa selama ini aku berusaha sehat di depan kalian. Karena aku tidak ingin kalian bersedih. Aku minta maaf, ya. Sekali lagi, aku tidak ingin kalian menangis. Tersenyumlah, seperti aku.
Jangan menyerah karena kesedihan
Lihatlah ke langit
Bintang masih bertaburan
Menjanjikan sinar terang
Terang yang tidak membakar
Hingga kau merasa tenang, damai karenanya

Adit melipat surat yang digenggamnya. Air matanya menetes membasahi pipi.
Dari jauh, Kiki dan Dhea memperhatikan. Terlihat siluet seorang laki-laki berjongkok di samping sebuah dundukan. Di atasnya bola sinar kuning kemerahan memancarkan sinar senja. Siluet itu masih di sana, dan masih tetap di sana sampai bintang-bintang bertaburan memancarkan sinar kedamaian.

**********
ditulis oleh **eruma ristianti**
erumaeru@gmail.com
-------------------------------------------------------

Sekiannnnnnn!

Terimakasih telah membaca cerpen saya :D

Tunggu tulisan saya yang lain, yaaaaa!

Sankyu minna-san ^^